Efek Paparan Asap Rokok pada Anak

Oleh: Dr. Laury Cahyadi, Sp.A dan dr. Tiar Marina Octyvani


Aktivitas merokok tidak hanya berisiko untuk si perokok, tapi juga untuk orang-orang yang berada di sekitarnya terutama anak-anak. Istilah secondhand smoke (SHS) berkaitan dengan hal ini, dimana paparan asap rokok yang secara tak sengaja terkena individu yang bukan perokok. Individu yang menghirup asap tersebut disebut secondhand smokers atau perokok pasif.

Secondhand smoke bisa berasal dari asap rokok maupun pipa rokok (sidestream smoke) dan asap yang dihembuskan oleh perokok aktif (mainstream smoke). Tak dapat dipungkiri bahwa asap rokok, baik yang dihirup secara aktif maupun sms memiliki efek berbahaya untuk kesehatan.

Gangguan pernapasan

Sebuah penelitian melaporkan bahwa odd ratio anak dengan orangtua yang merokok akan mengalami asma, mengi, batuk, peningkatan dahak atau sesak sekitar 1,23-1,5 kali. Ini artinya gangguan pernafasan lebih sering muncul pada anak yang orangtuanya merokok.

Resiko paling tinggi terjadi pada anak dengan kedua orangtua yang merokok. Bayi yang kedua orangtuanya merokok malah memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit saluran napas bawah, termasuk bronkiolitis dan pneumonia selama setahun pertama kehidupannya.

Keganasan pada anak

Dalam beberapa penelitian, salah satunya dilakukan Pang, dkk. menyatakan bahwa leukemia (kanker darah), limfoma (kanker hati), dan tumor otak berhubungan dengan paparan SHS. Walaupun bukti yang menunjukkan hubungan sebab akibatnya masih belum cukup kuat.

Sudden infant death syndrome

Diperkirakan 25-40% kasus sudden infant death syndrome (SIDS) berkaitan dengan merokok selama masa kehamilan. Jadi, ibu yang merokok selama mengandung, bayinya berisiko mengalami SIDS. Dibandingkan dengan anak-anak dari orangtua yang tidak merokok, anak dari perokok memiliki risiko SISD lebih dari 3 kali lipat. Dan risiko meningkat seiring dengan peningkatan jumlah rokok yang dikonsumsi perhari.

Penurunan fungsi ginjal

Penelitian pada tahun 2013 di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa remaja yang terpapar SHS maupun perokok aktif akibat lingkungan, mengalami penurunan fungsi pada ginjalnya. Kemampuan ginjal mereka menjadi berkurang dalam menyaring racun dalam tubuh.

Kerusakan dinding pembuluh darah

Anak yang terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif pun berisiko mengalami gangguan pada dinding pembuluh darah. Racun pada asap rokok dalam penelitian yang dilakukan pada anak-anak berusia 11 tahun pada tahun 2007, memperlihatkan pembentukan plak pada pembuluh darah, biasanya pembuluh darah jantung.

Mengingat begitu banyak efek buruk SHS, sangat penting untuk menghindarkan anak dari asap rokok. Jika sedemikian buruk efeknya, rasanya slogan iklan rokok bahwa ‘merokok membunuhmu’ tak terasa berlebihan.

Apa itu thirdhand smoke?

Thirdhand smoke (THS) merupakan istilah untuk komponen asap rokok yang mengendap pada furnitur, bantal, maupun lantai atau materi lainnya yang bersifat racun sama dengan secondhand smoke. Racun ini bisa menjadi faktor pencetus kanker (karsinogenik) dan dapat diserap oleh kulit apabila tertelan atau terhirup.

Artikel ini disadur dari majalah anakku

kembali ke atas